Konfigurasi Static Routing Pada Router Cisco

Konfigurasi Static Routing Pada Router Cisco

Konfigurasi Static Routing Pada Router Cisco. – Pembahasan kali ini akan sedikit lebih panjang, karena Lab dengan teori akan dibahas secara bersamaan. Routing static ini adalah basic dalam pembahasan routing-routing yang lain, jadi diharapkan bro bro sekalian untuk materi selanjutnya Static Default Route, RIPv2, EIGRP, OSPF dan routing-routing yang lain lebih mudah mempelajarinya.

Informasi Topologi dan Tabel Addressing

Topologi

Tabel Addressing

DeviceInterfaceIP AddressSubnet MaskDefault Gateway
R1G0/0/012.12.12.1255.255.255.0N/A
G0/0/1192.168.1.254255.255.255.0N/A
loopback1172.16.1.1255.255.255.0N/A
loopback2172.16.2.2255.255.255.0N/A
R2G0/0/012.12.12.2255.255.255.0N/A
G0/0/1192.168.2.254255.255.255.0N/A
loopback3172.16.3.3255.255.255.0N/A
loopback4172.16.4.4255.255.255.0N/A
S1N/AVLAN 1N/AN/A
S2N/AVLAN 1N/AN/A
PC 01NIC192.168.1.1255.255.255.0192.168.1.254
PC 02NIC192.168.2.1255.255.255.0192.168.2.254


Tujuan

  • Konfigurasi static routing pada router Cisco

Konsep Dasar

Routing

  • Forwarding paket dari satu network ke network lainnya dengan memilih jalur yang terbaik dari routing table.
  • Routing memungkinkan dua network atau lebih dapat berkomunikasi dengan network lainnya.
  • Routing table hanya terdiri dari jalur terbaik untuk masing-masing network destination.

Static routing

  • Konfigurasi routing dilakukan secara manual
  • Membutuhkan informasi network destination
  • Setiap network destination disetting manual
  • Digunakan oleh organisasi kecil
  • Memiliki administrative distance 0 atau 1


Konfigurasi

Login console ke R1 atau R2 untuk mempraktikkan [Judul]

Setting interface loopback di R1

Login console ke R1 atau R2 untuk mempraktikkan Lab 4-Static Routing

Ketikkan command berikut di R1

R1> enable
R1 # configure terminal
R1 (config)# interface lo1
R1 (config-if)# ip address 172.16.1.1 255.255.255.0
R1 (config-if)# exit
R1 (config)# interface lo2
R1 (config-if)# ip address 172.16.2.2 255.255.255.0
R1 (config-if)# end

R1 #

Interface loopback secara default tidak ada, untuk membuat interface loopback gunakan command diatas. Fungsi interface loopback ini seperti logical interface untuk merepresentasikan sebuah subnet. Manfaat lain interface loopback untuk testing.

Jika memiliki keterbatasan resources untuk membuat LAN saat ngelab, gunakan interface loopback sebagai LAN. Interface loopback sudah UP secara otomatis, sehingga tidak perlu memberikan sub-command no shutdown.

Note: ulangi langkah yang sama diatas untuk pembuatan interface loopback di R2.

Tampilkan interface yang sudah disetting di R1

Untuk melakukan verifikasi apakah IP address yang sudah kita setting apakah sudah sesuai atau belum. Gunakan command dibawah ini.

R1# show ip interface brief

Tampilkan interface yang sudah disetting di R2

R2# show ip interface brief

Pastikan status interface UP UP semua.

Tampilkan routing table di R1

R1# show ip route

Dari output routing table R1 dapat dilihat :

  • Routing table diatas yang ditampilkan hanya network directly connected (jaringan yang terhubung langsung) ditandai dengan kode C (Connected).
  • Secara default, router tidak mengetahui network yang tidak terhubung langsung dan itulah alasan mengapa Network A dan Network B tidak bisa berkomunikasi (Jawaban Review Lab Basic Router Configuration)
  • Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibutuhkanlah routing protocol dengan berbagai tipe contohnya static routing atau dynamic routing.

Setting static routing di R1

Setting static routing di R1
Untuk mensetting static routing dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Next-hop IP address
  2. Exit-interface

Istilah lain static routing :

  1. Recursive static route = menggunakan next-hop ip address
  2. Directly static route = menggunakan exit-interface

Konfigurasi static routing:

R1 (config)# ip route <network-destination> <subnet-mask network-destination> <next-hop ip-address>

R1 (config)# ip route <network-destination> <subnet-mask network-destination> <exit-interface>

network destination : network tujuan yang tidak terhubung langsung (remotely connected network).

next-hop ip address : ip address yang terletak didepan router lokal menuju network destination.

exit-interface : interface yang ada di router lokal untuk menuju network destination .

Dari R1, untuk menuju network Fa0/0 R2, yang menjadi next-hop ip address yaitu IP address Fa1/0 R2.

[GAMBAR]

Dari R1, untuk menuju network Fa0/0 R2, yang menjadi exit-interface yaitu interface Fa1/0 R1.

[GAMBAR]

Setting static routing di R1

R1 (config)#
R1 (config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 12.12.12.2
R1 (config)# ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 12.12.12.2
R1 (config)# ip route 172.16.4.0 255.255.255.0 12.12.12.2
R1 (config)#

Setting static routing di R2

R2 (config)#
R2 (config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R2 (config)# ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R2 (config)# ip route 172.16.2.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R2 (config)#


Verifikasi

Setelah melakukan setting static routing, lakukan verifikasi dengan beberapa command dibawah ini. Tes Ping antara Laptop1 dan Laptop2 pastikan berhasil. Lakukan tracert dari Laptop1 untuk melihat router mana saja yang dilewati ketika menuju ke Laptop2.

Tampilkan routing table R1

R1# show ip route

Dari output command static routing yang kita inputkan diatas, akan tampil kode S di routing table, artinya routing yang aktif yaitu static routing.

S 192.168.2.0/24 [1/0] via 12.12.12.2

Penjelasan baris routing table diatas:

Dari output routing table diatas, dibagi menjadi 4 kolom :

  • Kolom 1 = S : kode static routing, untuk menuju network destination digunakan static routing, atau routing protocol yang aktif di routing table adalah static routing.
  • Kolom 2 = 192.168.2.0/24 : network destination, alamat network destination yang akan dituju oleh router. Network destination tampil di routing table setelah kita mengaktifkan routing protocol.
  • Kolom 3 = [1/0] : 1 menyatakan nilai Administrative Distance (AD), 0 menyatakan nilai metric.
  • Kolom 4 = via 12.12.12.2 : next-hop ip address yang akan digunakan oleh router local untuk memforward paket ke network destination

Administrative Distance (AD) menyatakan tingkat prioritas routing protocol ketika router menjalankan lebih dari satu routing protocol secara bersamaan. AD dengan nilai terkecil yang akan di pilih oleh router. Misalkan kita mengaktifkan protocol routing dynamic OSPF dan RIP, maka yang akan dipilih oleh router yaitu OSPF karena memiliki nilai AD lebih kecil (110), sedangkan RIP memiliki nilai AD lebih besar (120).

Metric menyatakan nilai dari hasil perhitungan routing protocol. Untuk RIP, metric terbaik dinilai dari hop terkecil, sehingga path (jalur) terbaik menurut RIP yaitu route dengan jumlah hop terkecil.

AD untuk membandingkan prioritas routing protocol yang satu dengan yang lainnya, sedangkan Metric untuk membandingkan value (nilai perhitungan) di dalam routing protocol tertentu.

Cisco default administrative distances
Routing protocol or sourceAdministrative distance
Connected interface0
Static route1
EIGRP summary route5
External BGP20
Internal EIGR90
IGRP100
OSPF110
IS-IS115
RIP120
EGP140
ODR160
External EIGRP170
Internal BGP200
Unknow255

Ping dari Laptop1 ke Laptop2

Laptop1>ping 192.168.2.1

Ping berhasil dari Laptop1 ke Laptop2.

Tampilkan routing table R2

R2# show ip route

Ping dari Laptop2 ke Laptop1

Laptop2>ping 192.168.1.1

Lakukan trace route dari Laptop1 ke Laptop2

Untuk mengetahui jalur mana yang dilewati, bisa kita cek dengan command tracert di Laptop.

Laptop1>tracert 192.168.2.1

Dari output diatas, untuk menuju Laptop2 dari Laptop1 melewati 3 hop.

[GAMBAR]

Note: ulangi langkah yang sama diatas untuk traceroute dari Laptop2 ke Laptop1.


Sekian, Semoga bermanfaat, dan Terimakasih

#Netadmin.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *