4 Karakteristik Dasar Network Architecture

4 Dasar Network Architecture_3

Network Architecture

Jaringan harus mendukung berbagai aplikasi dan layanan serta beroperasi melalui berbagai jenis kabel dan perangkat, yang membentuk infrastruktur fisik. Istilah arsitektur jaringan, dalam konteks ini, mengacu pada teknologi yang mendukung infrastruktur dan layanan dan aturan yang diprogram, atau protokol, yang memindahkan data melintasi jaringan.

Seiring perkembangan jaringan, didapatkan bahwa bahwa ada empat karakteristik dasar yang perlu ditangani oleh arsitektur yang mendasari untuk memenuhi harapan pengguna yaitu meliputi :

  • Fault Tolerance (Toleransi kesalahan)
  • Scalability (Skalabilitas)
  • Quality of Service – Kualitas Layanan (QoS)
  • Security (Keamanan)

Nah mari kita bahas satu persatu.

Fault Tolerance (Toleransi Kesalahan)

Harapannya adalah bahwa Internet selalu tersedia bagi jutaan pengguna yang mengandalkannya. Ini membutuhkan arsitektur jaringan yang dibangun untuk menjadi toleran terhadap kesalahan. Jaringan toleransi kesalahan adalah jaringan yang membatasi dampak kegagalan, sehingga jumlah perangkat yang terpengaruh paling sedikit. Itu juga dibangun dengan cara yang memungkinkan pemulihan cepat ketika kegagalan seperti itu terjadi. Jaringan ini bergantung pada beberapa jalur antara sumber dan tujuan pesan. Jika satu jalur gagal, pesan dapat langsung dikirim melalui tautan yang berbeda. Memiliki beberapa jalur ke suatu tujuan dikenal sebagai redundansi.

Salah satu cara jaringan yang andal menyediakan redundansi adalah dengan mengimplementasikan jaringan packet-switched. Packet switching membagi lalu lintas menjadi paket-paket yang dirutekan melalui jaringan bersama. Satu pesan, seperti email atau aliran video, dipecah menjadi beberapa blok pesan, yang disebut paket. Setiap paket memiliki informasi pengalamatan yang diperlukan dari sumber dan tujuan pesan. Router dalam jaringan mengganti paket berdasarkan kondisi jaringan pada saat itu. Ini berarti bahwa semua paket dalam satu pesan dapat mengambil jalur yang sangat berbeda ke tujuan. Pada Gambar 1.1, pengguna tidak sadar dan tidak terpengaruh oleh router yang secara dinamis mengubah rute saat tautan gagal.

1.1. Fault Tolerance

Ini tidak terjadi pada jaringan circuit-switched yang biasanya digunakan untuk komunikasi suara. Jaringan circuit-switched adalah jaringan yang menetapkan sirkuit khusus antara sumber dan tujuan sebelum pengguna dapat berkomunikasi. Jika panggilan tiba-tiba dihentikan, pengguna harus memulai koneksi baru.

Scalability (Skalabilitas)

Jaringan yang dapat diskalakan dapat berkembang dengan cepat untuk mendukung pengguna dan aplikasi baru tanpa memengaruhi kinerja layanan yang dikirimkan ke pengguna yang ada. Gambar 1.2 menunjukkan bagaimana jaringan baru dapat dengan mudah ditambahkan ke jaringan yang sudah ada.

Gambar 1.2. Scalability (Skalabilitas)

Selain itu, jaringan dapat diskalakan karena perancangnya mengikuti standar dan protokol yang diterima. Hal ini memungkinkan vendor perangkat lunak dan perangkat keras untuk fokus pada peningkatan produk dan layanan tanpa perlu khawatir merancang seperangkat aturan baru untuk beroperasi dalam jaringan.

Quality of Service – QoS (Kualitas Layanan)

Quality of Service (QoS) juga merupakan kebutuhan jaringan yang terus meningkat saat ini. Aplikasi baru yang tersedia bagi pengguna melalui jaringan internet, seperti transmisi suara dan video langsung, menciptakan harapan yang lebih tinggi untuk kualitas layanan yang diberikan. Pernahkah Anda mencoba menonton video dengan jeda dan jeda yang konstan? Karena data, suara, dan konten video terus menyatu ke jaringan yang sama, QoS menjadi mekanisme utama untuk mengelola kemacetan dan memastikan pengiriman konten yang andal ke semua pengguna.

Kemacetan terjadi ketika permintaan bandwidth melebihi jumlah yang tersedia. Bandwidth jaringan diukur dalam jumlah bit yang dapat dikirim dalam satu detik, atau bit per detik (bps). Ketika komunikasi simultan dilakukan di seluruh jaringan, permintaan bandwidth jaringan dapat melebihi ketersediaannya, menyebabkan kemacetan jaringan.

Gambar 1.3. Quality of Service – QoS (Kualitas Layanan)

Ketika volume lalu lintas lebih besar dari apa yang dapat diangkut melintasi jaringan, perangkat mengantri, atau ditahan, paket-paket dalam memori sampai sumber daya tersedia untuk mengirimkannya. Pada Gambar 1.3, satu pengguna meminta halaman web dan pengguna lainnya sedang menelepon. Dengan kebijakan QoS, router dapat mengatur aliran data dan lalu lintas suara, memprioritaskan komunikasi suara jika jaringan mengalami kemacetan.

Security (Keamanan)

Infrastruktur jaringan, layanan, dan data yang terdapat pada perangkat yang terhubung ke jaringan adalah aset pribadi dan bisnis yang penting. Ada dua jenis masalah keamanan jaringan yang harus ditangani: keamanan infrastruktur jaringan dan keamanan informasi.

Mengamankan infrastruktur jaringan mencakup pengamanan fisik perangkat yang menyediakan konektivitas jaringan, dan mencegah akses tidak sah ke perangkat lunak manajemen yang ada di dalamnya, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1-4.

Gambar 1.4. Security (Keamanan)

keamanan informasi mengacu pada perlindungan informasi yang terkandung dalam paket yang sedang dikirim melalui jaringan dan informasi yang disimpan pada perangkat yang terhubung ke jaringan. Untuk mencapai tujuan keamanan jaringan, ada tiga persyaratan utama, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.5.

Gambar 1.5. Aspek Keamanan Jaringan
  • Kerahasiaan – Kerahasiaan data berarti bahwa hanya penerima yang dituju dan yang berwenang yang dapat mengakses dan membaca data.
  • Integritas – Integritas data berarti memiliki jaminan bahwa informasi belum diubah dalam pengiriman, dari asal ke tujuan.
  • Ketersediaan – Ketersediaan data berarti memiliki jaminan akses yang tepat waktu dan dapat diandalkan ke layanan data untuk pengguna yang berwenang.

Referensi : https://www.ciscopress.com/articles/article.asp?p=2755711&seqNum=6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *