Auto Backup Mikrotik dengan Script dan Scheduler

Script ini bertujuan untuk menjalankan perintah backup system tanpa harus menggunakan cara manual, yaitu menggunakan menu backup system pada menu mikrotik. Kemudian script ini akan digabungkan dengan scheduler / penjadwalan supaya script ini berjalan otomatis tanpa harus mengeksekusi manual script tersebut.

Pertanyaan : kalo begitu berarti manual juga dong ujung ujungnya kalau tidak digabung dengan scheduler?

Jawaban : Memang, tapi backup manual (tanpa script) kita harus mengisi filed Nama file backup yang kita harus ketik juga, tapi dengan script ini kita dipermudah dengan tanpa harus repot mengisi field nama, dll.

Memang kalau hanya nama saja tidak terlalu repot, pertanyaan nya sekarang jika kita berkerja sebagai Network engineer berapa banyak perangkat yang harus kita backup, kemudian berapa interval kita melakukan backup system tersebut, Harian?, Mingguan?, Bulanan? Atau Tahunan? Itu juga jadi pertimbangan. Kemudian pertimbangan lain yaitu mengenai penamaan file, jadi harus ada pembeda penamaan hasil backup yang dilakukan pertanggal hari ini dengan pertanggal berikutnya.

Itulah pentingnya script digunakan, untuk mempermudah dan meringankan pekerjaan seorang Network Administrator dalam manghandle persoalan backup. Script tersebut nanti bisa dikembangkan juga, missal penamaan dengan penyertaan waktu atau tanggal dimana backup tersebut dilakukan, agar nama backup yang dilakukan hari ini berbeda dangan nama file yang dilakukan keesokan harinya, agar tidak terjadi replace pafa file backup.

Baik, kita langsung praktik aja, penjelasan ini saya bagi menjadi 3 bagian, yang pertama yaitu Script, yang kedua Scheduler, yang ketiga pengujian. Berikut langkah langkahnya :

A. Membuat Script Backup Otomatis.

1. Syestem > Script > Add
2. Isi Field nya sebagai berikut :

Name ScriptBackupMikrotikPenamaan script bebas sesuai keinginan
Policy *Checklist Semua
Source /system backup save name=BackupMikrotik.backup– Script ini adalah perintah untuk menjalankan backup
BackupMikrotik adalah penamaan file backup yang sudah selesai terbackup.
– Hasil backup tersebut akan tersimpan di menu File

3. Kemudian klik Apply dan kemudian OK.

Gambar 1 – Script Backup Mikrotik

3. Pengujian script, dapat berjalan dengan baik atau tidak.

Untuk tes script dapat bekerja atau tidak, pilih script yang telah di buat tadi dengan nama ScriptBackupMikrotik (Gambar 2, No 2), kemudian klik menu Run Script (Gambar 2, No 3). Jika berhasil maka akan terdapat di menu files backup baru hasil eksekusi dari script tadi dengan nama BackupMikrotik.backup (Gambar 2, No 4) seperti di tunjukan kambar berikut :


Gambar 2 – File Hasil Backup

B. Membuat penjadwalan atau scheduler untuk menjalankan script secara otomatis dengan waktu tertentu.

1. System > Scheduler > add
2. Isi field nya sebagai berikut :

Name SchedulerBackupMikrotik Penamaan scheduler bebas sesuai keinginan
Start Date Sep/02/2019 Artinya scheduler dijalankan atau dieksekusi pada tanggal 01 September 2019Pada sekenario ini backup di lakukan setiap hari minggu.
Start time 17:30:00 Artinya backup/script dijalankan di jam 17.30 WIB
Interval 7d 00:00:00 Artinya scheduler dijalankan setiap interval 7 hari atau seminggu sekali untuk dilakukan backup secara otomatis
On Event ScriptBackupMikrotik Nama script yang telah dibuat tadi (Gambar 1, No 5)

3. Kemudian klik Apply dan kemudian OK.


Gambar 3 – Pembuatan Scheduler

C. Pengujian Script dan Scheduler

Untuk pengujian Auto Backup atau Backup secara otomatis, kita tunggu hingga waktu yang telah ditentukan saat pembuatan scheduler tadi, yaitu dijalankan pada tanggal 2 Spetember 2019 pukul 17.30 WIB. dan hasilnya ditunjukan pada gambar 4 berikut, yaitu terdapat file baru dengan nama BackupMikrotik.backup di File List.


Gambar 4 – Hasil file Backup setelah scheduler berjalan

Untuk Auto Backup Mikrotik dengan Script dan Scheduler sudah bisa di terapkan. Bisa dipraktikkan dan diimplementasikan.

Pembahasan selanjutnya masih mengenai Script dan Scheduler. Yuk kita explor lagi.

Setelah scheduler jalan dan menghasilkan file backup mau di apakan file backup tersebut?

Kalo masih tersimpan di dalam penyimpanan router mikrotik (di Files List), dan seandainya terjadi masalah pada router mikrotik tersebut, percuma juga dong kita sudah melakukan backup tapi jika router tersebut rusak filenya ikut hilang juga.

Nah itu perlunya kta backup di tempat lain untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan pada perangkat.

Selanjutnya kita bahas mengenai cara Mengirimkan Hasil Backup Mikrotik Menggunakan Email Secara Otomatis. Okey, langsung aja di buka link tersebut 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *